10 TRIK BISNIS BAGI USAHAWAN PEMULA
List berikut ini saya dapatkan dari pengalaman saya selama beberapa waktu berbisnis sebagai seorang pemula dan juga dari hasil “petualangan” saya menangkap peluang usaha.
Artikel kali ini saya dedikasikan untuk mereka yang masih pemula dalam berbisnis/usaha, bukan untuk mereka yang sudah ‘master’ atau ‘meras...a master’ dalam berbisnis/usaha. Bagi Anda yang sudah berpengalaman [master] mohon koreksinya demi kemajuan bersama dan bagi Anda yang masih belum memulai, mungkin ini bisa dijadikan salah satu referensi.
Baiklah, berikut adalah kesalahan-kesalahan yang harus dihindari jika tidak ingin bisnis Anda berhenti di tengah jalan:
1/ Mencoba “Menjadi Diri Sendiri”
Kesalahan pertama dan paling utama yang membuat para pebisnis/usahawan pemula menjadi gagal dan jauh dari sukses adalah, karena mereka mencoba “menjadi diri sendiri”.
Nasehat yang aneh, bukan? Tapi ini memang benar : sebagai newbie [pemula] jangan coba-coba untuk “mencari jalan sendiri” menuju kesuksesan. Oke mungkin di kehidupan sosial Anda bisa berkata “be yourself”.
Tapi ini bisnis, teman…
Dulu saya juga ada perasaan untuk bisa mencari uang dengan cara saya sendiri, dengan menemukan cara yang unik yang tidak diketahui orang lain. Saya berpikir dengan seperti itu saya akan bisa mencari “celah” uang yang belum dimasuki orang lain.
Tapi pada faktanya, hal seperti itu susah diharapkan. Jika Anda seorang newbie [pemula], kemungkinan besar Anda masih kurang ilmu, kurang pengalaman yang sebetulnya sangat diperlukan untuk bisa membuat “celah” yang Anda inginkan tersebut. Akibatnya Anda tidak akan pernah menemukannya sama sekali.
Saran saya adalah: "Jika Anda merasa bahwa Anda adalah seorang seorang newbie [pemula], lebih baik ikuti cara yang umum saja dalam perjalanan bisnis/usaha Anda. Belajarlah pada ahlinya, ikuti nasehat para master, para guru. Mereka ada di sana untuk membagi ilmunya kepada Anda, mereka sudah berpengalaman dan tahu cara yang tepat. Nanti kalau Anda sudah berpengalaman, baru coba eksperimen sendiri".
Kalau Thomas Alva Edison sudah berhasil menemukan bola lampu, ngapain Anda capek-capek mencoba “menemukan benda yang dapat berpijar menerangi kamar”?
Kalau kata orang Amerika sana, “do not re-invent the wheel”.
2/ Tidak Memiliki Seorang Guru
Kesalahan berikutnya yang biasa dilakukan oleh para pemula adalah : mereka tidak memiliki seorang guru yang membimbing mereka dalam berbisnis/usaha.
Kenapa harus memiliki guru? Simple, alasannya adalah untuk mempersingkat waktu belajar Anda. Itu saja. Seperti yang kita tahu semua bahwa dengan memiliki guru maka proses belajar Anda akan menjadi jauh lebih cepat.
Dengan memiliki guru, Anda seolah-olah memiliki rangkuman ilmu mereka yang pada akhirnya membuat proses belajar Anda menjadi lebih cepat. Itu yang saya maksud dengan mempersingkat waktu belajar.
Mungkin Anda bisa temukan sebagian materi yang diberikan secara gratis, tanpa harus memiliki guru, seperti dengan baca buku, lihat video, browsing dan blogwalking di internet. Hanya saja, biasanya dengan belajar otodidak seperti itu, waktu yang Anda perlukan untuk belajar sangatlah lama sekali. Dan selain lama, biasanya hasilnya pun kurang bahkan tidak bagus.
Permisalannya sama persis dengan kehidupan di dunia nyata. Tentu hasilnya akan lebih baik jika Anda belajar tentang matematika di tempat kursus atau di sekolah [diajari guru] atau di universitas [diajari dosen], daripada belajar dengan membaca-baca sendiri dari buku yang Anda beli.
Jadi, carilah guru yang bisa mengajari Anda untuk berbisnis/usaha dengan baik dan benar juga secara mudah dan menguntungkan.
3/ Tidak Fokus Dalam Belajar
Kesalahan para pemula yang lainnya adalah ketika mereka sedang semangat untuk belajar tentang suatu hal, mereka akan tertarik untuk belajar hal yang lainnya juga dalam waktu yang sama. Bisa jadi dalam satu jam, mereka belajar tentang 3 [tiga] topik yang berbeda seputar bisnisnya.
Cara ini sangat salah.
Dengan cara belajar berbagai hal sekaligus seperti ini, otak kita akan menjadi bingung harus menyimpan dan memproses informasi yang mana. Hal ini akan membuat informasi yang kita terima tidak ada yang diserap satu pun oleh otak kita. Dan ini berarti membuat waktu kita terbuang sia-sia.
Saran saya, pelajarilah berbagai ilmu terkait dengan bisnis/usaha Anda secara step by step [satu per satu] supaya otak kita tidak menjadi terlalu “panas” dan hasil yang kita dapatkan menjadi optimal.
4/ Malas Mencoba, Tidak Mau Praktek.
Hal berikutnya adalah malas mencoba dan malas mempraktekkan ilmu-ilmu yang telah mereka pelajari dan mereka ketahui tentang berbisnis/usaha tsb.
Kebanyakan orang hanya membaca dan membaca tentang how to make money. Tapi sayangnya : mereka hanya membaca, tidak mempraktekkannya. Dan ini terjadi pada kebanyakan para pemula.
Dan kalau tidak pernah mencoba, tentu hasilnya jelas tidak ada. Bagaimana mau menghasilkan uang bila kita tidak bekerja?
Jadi saran saya: "Jika Anda merasa masih pemula: belajarlah dari guru yang jelas sudah ahli, lalu praktekkan. Jangan mencari tahu sendiri [membuat Anda pusing] lalu jangan lupa mempraktekkannya".
5/ Mengharap Untung Ekstra Cepat
Sering ada para orang yang berharap mereka akan bisa mendapat puluhan juta rupiah secara tiba-tiba hanya dalam waktu satu dua bulan pertama. Dan menurut saya, itu adalah sebuah hal buruk.
Saya tidak bermaksud bahwa Anda tidak boleh berharap untuk meraih untung terlalu cepat, seperti untung jutaan rupiah hanya dalam satu hari, karena pada faktanya meraih jutaan rupiah dalam sehari semalam adalah hal yang mungkin.
Tetapi kalau Anda merasa bahwa Anda masih pemula, maka sebaiknya jangan berharap untung ekstra cepat. Kenapa? Karena para pemula tidak tahu apa saja yang membuat rugi dan apa saja yang membuat untung. Jadi kalau Anda berharap banyak, Anda akan kecewa.
Saran saya : "Sebaiknya daripada berharap untung ekstra cepat, lebih baik cepatlah belajar dan cepatlah mempraktekkan ilmu yang Anda pelajari, dan dapatkan pengalaman dari sana".
Nanti seiring berjalannya waktu Anda akan mendapat banyak pengalaman sehingga tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang jangan dilakukan. Dan seiring berjalannya waktu, setelah Anda mendapat banyak pengalaman dan mengetahui "rahasia-rahasia" apa saja yang bisa melipatgandakan income Anda dengan waktu yang lebih singkat. Silakan targetkan income Anda beberapa juta rupiah, bahkan belasan juta rupiah per harinya.
Itu bukan hal yang tidak mungkin dalam dunia bisnis.
6/ Melakukan Promosi Yang Tidak Tepat Sasaran
Kesalahan lain yang dilakukan para pemula adalah, mereka melakukan promosi secara membabibuta [spamming].
Contoh yang bisa Anda lihat, silakan tengok kotak pesan di handphone atau login ke account email Anda. Saya yakin ada banyak pesan komersial di sana yang tidak pernah Anda inginkan. Itulah spam. Dan bentuk lainnya yang biasa muncul adalah di forum-forum diskusi, orang yang baru mendaftar langsung tiba-tiba langsung membuat sebuah thread diskusi baru berisi promosi dari produk tertentu. Menyebalkan bukan?
Nah bagi Anda yang baru memulai internet marketing, biasanya akan tergoda dengan model promosi seperti ini. Alasannya : mudah dan murah, hehehe…
Mungkin terlihat dan terbayang bahwa cara ini akan sangat murah dan efektif. Tapi sebenarnya tidak… Jadi bagi Anda yang sering melakukan cara ini, saran saya : "Hentikan...!!! Ini bukanlah cara yang bagus untuk melakukan promosi".
Dengan cara-cara promosi seperti ini, orang akan merasa enggan untuk melihat promosi Anda. Orang tidak akan melihat iklan Anda. Yang melihat pun tidak peduli. Yang peduli pun tidak berminat mengikuti link Anda.
Jadi pada intinya, spamming tidak etis dan juga tidak disarankan. Masih banyak teknik promosi lain yang bisa Anda lakukan.
7/ Malu Untuk Bertanya
Malu bertanya sesat di jalan. Peribahasa ini pastinya sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Tapi tahukah Anda, bahwa peribahasa ini sering dilanggar oleh para pebisnis/usahawan pemula?
Ya, betul, sering dilanggar. Banyak sekali pebisnis/usahawan pemula yang malu untuk bertanya kepada yang lebih ahli jika mempunyai masalah dalam bisnisnya. Umumnya mereka takut untuk disebut “payah” jika memaksakan diri untuk bertanya.
Jika Anda mengalami sindrom yang serupa, saran saya : "Tebalkan muka Anda, jangan malu untuk bertanya sebab bisa jadi hal yang Anda tanyakan itu akan menjadi jalan sukses untuk Anda. Jangan malu, atau Anda tidak akan pernah maju".
Saya sendiri sering bertanya kepada orang tentang hal yang belum dan atau tidak saya mengerti. Bagi saya, tidak masalah walau mungkin dianggap “payah”, lebih baik kita yang dianggap “payah” daripada bisnis kita yang hasilnya payah. Bukan begitu?
8/ Tidak Melakukan Test dan Ukur
Ini adalah poin lainnya yang sering diabaikan oleh para pemula. Banyak di antara mereka yang sudah mengeluarkan begitu banyak dana untuk berbisnis tetapi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, sebabnya adalah mereka tidak mengukur kegiatan-kegiatan bisnis yang mereka lakukan.
Contohnya: mereka mengeluarkan biaya banyak untuk iklan, tetapi mereka tidak mengukur hasilnya… hasilnya, biaya iklan jauh lebih besar dari penjualan dan akhirnya mereka pun mengalami kerugian. Dan sejenisnya.
Jika Anda ingin bisa sukses dalam melakukan bisnis, apa pun, di mana pun, konsep test dan ukur haruslah menjadi salah satu fokus perhatian Anda. Jika sekarang Anda sudah mau dan berani mengeluarkan modal untuk berbisnis, bagus. Tetapi jika Anda tidak melakukan test dan ukur, bisa saya pastikan bisnis yang lakukan pasti hasilnya menjadi tidak efisien.
Nah supaya efisien,saran saya : "Anda harus melakukan test dan ukur dalam perjalanan bisnis Anda. Lakukan sebuah percobaan, catat hasilnya, lalu ukur [evaluasi, bagaimana hasil yang didapatkan? Jika sudah bagus, teruskan atau beralih kepada optimasi poin lainnya dari bisnis Anda. Jika belum, ganti dan terus benahi hingga hasilnya OK".
9/ Tidak Membuat Rencana Bisnis
Tidak memiliki rencana, berarti tidak memiliki visi masa depan. Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Sayangnya, banyak pebisnis/usahawan yang terkena penyakit ini.
Tidak punya rencana merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya yang mengancam kesuksesan Anda dalam berbisnis/usaha. Dalam berbisnis, perencanaan adalah sebuah hal yang sangat mendasar yang bisa menyebabkan perbedaan hasil 180 derajat dari sebuah bisnis yang tidak direncanakan dalam pelaksanaannya.
Sayangnya kebanyakan pebisnis/usahawan yang saya kenal termasuk tipe yang tidak memiliki perencanaan, yang mengakibatkan bisnis mereka tidak berjalan sesuai dengan harapan. Padahal andai mereka mau meluangkan waktu untuk memikirkan rencana bisnisnya, saya yakin hasilnya bisa lebih baik.
Contoh perencanaan bisnis :
1. Tuliskan konsep dasar bisnis Anda/ Basic business concept.
2. Kumpulkan semua data pada feasibility and the specifics dari konsep bisnis Anda.
3. Fokus dan terus perbaiki konsep dasar Anda, berdasarkan data yang telah dikompilasikan.
4. Garis bawahi keunggulan bisnis Anda, menggunakan "what, where, why, how", akan bermanfaat.
5. Rencana Anda tersebut tuangkan pada form compelling agar Anda lebih mendalami dan fokus, selain itu agar mudah untuk dikomunikasikan dengan relasi bisnis.
6. Review contoh rencana bisnis dengan mempergunakan blanko form dan di periksa ulang setelah diisi.
Susun rencana Anda sedemikian rupa sehingga bisa dicapai dengan kemampuan dan kondisi Anda saat ini. Jangan merencanakan kerja yang berlebihan karena akan membuat Anda kesulitan mengikutinya, tapi juga jangan merencanakan kerja yang terlalu santai karena hasilnya tidak akan optimal.
Ingat, jika Anda tidak mempunyai rencana Anda tidak akan mempunyai arah yang jelas dalam berbisnis. Pada akhirnya, hal itu akan menyebabkan bisnis yang Anda lakukan tidak mendapat hasil yang “jelas” juga.
10/ Pesimis dan Terlalu Cepat Menyerah
Kesalahan terakhir dan terbesar yang biasa dilakukan oleh seorang pebisnis/usahawan pemula adalah: terlalu cepat menyerah. Bahkan ada yang menyerah berbisnis/usaha walau baru satu dua bulan menjalankannya!
"Harap diingat bahwa kesuksesan adalah buah dari pengalaman dan perjalanan bisnis/usaha. Walau tidak semua mulus pada awalnya, pada akhirnya kesuksesan bisa didapat jika kita terus mencoba dan tetap optimis".
Ketika Thomas Alva Edison gagal 999 kali untuk menemukan lampu, ia ditanya mengapa ia tidak menyerah, dan jawabannya adalah, “Aku telah menemukan 999 cara yang salah untuk menemukan lampu”. Pada dasarnya, ia tahu bahwa ia akan menciptakan lampu akhirnya, tapi ia hanya perlu untuk mengetahui cara yang benar untuk melakukannya.
Jadi, bila sekarang Anda masih belum mendapatkan kesuksesan, masih gagal dan gagal lagi. lihatlah ini sebagai sebuah proses pendidikan dan kesempatan untuk meninjau kembali bisnis Anda dan mencari tahu apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki hasilnya.
Seperti dikatakan oleh Vince Lombardi: “Pemenang tidak pernah berhenti dan yang berhenti tidak pernah menang.”
----
Sudah cukup panjang yang saya sampaikan.
Silahkan dipahami, dipraktekkan isinya, mudah-mudahan berguna untuk Anda.
Orang yang Anda cintai menantikan Kesuksesan Anda...!!!
Hwaa...luar biasa sekali, sungguh menginspirasi :)
BalasHapussalam kenal ^___^
ijin share di blog saya ya pak...Tentu aja saya sertakan link'nya
teriamaksiy :D
senang mendengar kawan yang mau saling berbagi spirit dan motivasi...
BalasHapusmembaca tulisan Anda sangat menarik untuk dibaca banyak kalangan, lebih-lebih pengusaha pemula.
jika diijinkan.... maka kami postingkan di website hipmi solo
salam
m farid sunarto / HIPMI SOLO
email: farid_sunarto@yahoo.com
@noue : salam kenal juga buat anda, silakan untuk berbagi manfaat untuk kemajuan bersama. sukses
BalasHapus@farid-sunarto : kami juga sangat senang pak, anda telah berkenan berkunjung di blog kmi, suatu kehormatan bagi kami bisa berkenalan dengan pengurus HIPMI solo. makasih pak, saran, masukan, kritik & tanggapan akan selelu kami nantikan. trimakasih.
BalasHapus